Mau investasi? Cek dulu kinerja investasi unggulan selama 2018!

Bagaimana investasi kamu selama tahun lalu? untung atau buntung? Buat kamu yang belum memulai investasi dan masih bingung mau investasi di mana, ada baiknya melihat dulu kinerja produk investasi unggulan selama tahun lalu, siapa tahu setelah ini kamu jadi dapat sumber referensi baru sebagai pilihan investasi kamu selanjutnya.

Usai sudah satu tahun yang penuh lika-liku bagi para investor muda yang telah berhasil menyisihkan sebagian pendapatannya untuk diinvestasikan. Dari sekian banyak produk investasi yang bisa kamu temui dewasa ini, tentu kesemuanya memiliki kinerja yang berbeda-beda selama setahun kemarin. Ada yang naik ada pula yang turun. Oke, kali ini kita akan melihat seberapa bagus kinerja produk investasi unggulan selama 2018 yang lalu.

Dimulai dari…

SAHAM

Kamu yang sudah mulai berinvestasi di instrumen saham, bagaimana nih? Sudah untung berapa persen tahun lalu? Lalu bagi yang belum berinvestasi di saham, seperti apa ya kira-kira kinerja saham selama tahun lalu? yuk mari kita simak.

Untuk melihat kinerja pasar saham kita gunakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saja ya sebagai patokannya. Jadi selama tahun 2018 lalu kinerja IHSG turun -2%. Kalau kamu yang sudah memulai investasi di saham, tahun lalu bukanlah tahun yang begitu menguntungkan, karena pasar saham sedang mengalami kelesuan. Mengapa bisa? Karena kinerja IHSG tidak dapat dilepaskan begitu saja dari faktor-faktor yang mempengaruhi. Contoh simpel, kondisi ekonomi dan perusahaan ketika itu. 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi para investor saham, karena ekonomi dihadapkan pada tekanan perang dagang antara AS-China, hal tersebut mempengaruhi kinerja pasar saham bukan saja di Indonesia melainkan global. Dengan risiko investasi yang meningkat, perusahaan-perusahaan pun mengalami penurunan keuntungan, jika begini sudah pasti harga saham ikutan turun. Itu mengapa kinerja pasar saham cukup tertekan tahun lalu.  

EMAS

Kinerja investasi emas selama 2018 tidak begitu menggembirakan, alih-alih mau untung justru rugi, namun itulah faktanya. Sama seperti saham, investasi emas tidak bisa dihindarkan dari sisi risiko. Selama 2018, emas terpengaruh oleh sentimen negatif terutama kenaikan suku bunga. Pergerakan harga emas akan bertolak belakang dengan suku bunga. Kalau suku bunga naik, harga emas turun. Begitu pula sebaliknya. Di 2018, The Fed empat kali tercatat menaikkan suku bunga acuan. Hal ini secara langsung mempengaruhi harga emas, selama 2018 harga emas tercatat turun -3.73%.

DEPOSITO BERJANGKA

Siapa yang tidak mengenal deposito berjangka? Seperti namanya, deposito menawarkan pilihan sesuai dengan jangka waktu, ada yang 1, 3, 6, 12, 18 atau 24 bulan. Deposito adalah instrumen investasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat karena menawarkan suku bunga yang relatif lebih tinggi dibanding tabungan dan risiko kerugian lebih kecil.

Di tahun 2018, deposito untuk 1 tahun menawarkan imbal hasil dari yang terendah hingga tertinggi berkisar 4% hingga 7.3% per tahun. Kalau di rata-rata kita ambil yang paling tinggi 7.3%/tahun, maka kamu akan menerima bunga sekitar 0.6%/bulan.

Jika dibandingkan dengan saham dan emas yang memiliki imbal hasil negatif di 2018, maka hingga bagian ini deposito berjangka dapat dikatakan juaranya.

P2P LENDING

Dari ketiga jenis investasi di atas, mungkin nama kali ini yang paling asing di telinga kamu. Tapi tak mengapa, kata orang tak kenal maka tak sayang. Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan memulai investasi kamu.

Lalu sebenarnya apa yang dimaksud dengan investasi P2P Lending? Peer-to-peer lending adalah metode layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Jika biasanya mengajukan pinjaman melalui perbankan, koperasi dan lembaga keuangan lainnya membutuhkan proses yang melelahkan, namun dengan P2P lending masyarakat dapat meminjam dan memberikan pinjaman dengan simpel dan cepat.

Dalam sebuah transaksi P2P lending, biasanya pemberi pinjaman mendapatkan pengembalian pinjaman yang lebih besar dari dana yang mereka pinjamkan. Inilah yang kemudian disebut sebagai imbal hasil/keuntungan dari investasi mereka pada pinjaman-pinjaman yang telah mereka danai sebelumnya. Untuk P2P lending, tawaran keuntungan yang dinikmati pemberi pinjaman rata-rata sekitar 10%-15%/tahunnya. Namun, kamu perlu juga menghitung biaya-biaya tambahan seperti misalnya komisi atau provisi dan lainnya, kalau ada.

10%-15%/tahunnya. Namun, kamu perlu juga menghitung biaya-biaya tambahan seperti misalnya komisi atau provisi dan lainnya, kalau ada.

olak belakang dengan suku bunga. Kalau suku bunga naik, harga emas turun. Begitu pula sebaliknya. Di 2018, The Fed empat kali tercatat menaikkan suku bunga acuan. Hal ini secara langsung mempengaruhi harga emas, selama 2018 harga emas tercatat turun -3.73%.

DEPOSITO BERJANGKA

Siapa yang tidak mengenal deposito berjangka? Seperti namanya, deposito menawarkan pilihan sesuai dengan jangka waktu, ada yang 1, 3, 6, 12, 18 atau 24 bulan. Deposito adalah instrumen investasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat karena menawarkan suku bunga yang relatif lebih tinggi dibanding tabungan dan risiko kerugian lebih kecil.

Di tahun 2018, deposito untuk 1 tahun menawarkan imbal hasil dari yang terendah hingga tertinggi berkisar 4% hingga 7.3% per tahun. Kalau di rata-rata kita ambil yang paling tinggi 7.3%/tahun, maka kamu akan menerima bunga sekitar 0.6%/bulan.

Jika dibandingkan dengan saham dan emas yang memiliki imbal hasil negatif di 2018, maka hingga bagian ini deposito berjangka dapat dikatakan juaranya.

P2P LENDING

Pertanyaan selanjutnya yaitu, apakah investasi di P2P lending termasuk aman? Kalau kamu jeli memilih platform P2P lending yang terpercaya, maka investasi P2P lending termasuk investasi yang aman karena sudah diatur dengan regulasi pemerintah. Selalu pilih platform yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, kamu juga bisa memilih platform yang dilengkapi dengan program proteksi/garansi untuk pokok pinjaman yang kamu salurkan. Salah satu platform yang memiliki program seperti itu adalah Mekar.id, di mana seluruh pokok pinjaman mendapatkan proteksi dari lembaga-lembaga keuangan yang bermitra dengan platform tersebut.

Selain itu, dengan berinvestasi P2P lending di Mekar, kamu juga bisa membantu pelaku usaha kecil (UMKM) untuk mendapatkan akses permodalan lho. Karena pinjaman tersebut akan membantu mereka untuk lebih berkembang kedepannya. Melalui investasi ini secara tidak langsung kamu ikut mensejahterakan mereka juga lho, sangat berfaedah bukan.

REKSADANA

Di bagian terakhir pembahasan, kita mengenal reksadana. Reksadana bisa diandaikan sebagai sebuah keranjang yang berisi berbagai produk investasi yang dikelola oleh seorang Manajer Investasi (MI). MI menginvestasikan uang kamu ke dalam portofolio investasi seperti saham, obligasi, deposito, dan efek sekuriti lainnya.

Reksadana sendiri terbagi menjadi empat bagian umum, yakni; Reksadana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang. Dari keempat jenis reksadana tersebut yang memiliki risiko paling tinggi dimiliki oleh reksadana saham, kemudian campuran, sisanya seperti pasar uang dan pendapatan tetap relatif minim risiko. Sesuai kaidah investasi kita mengenal yang namanya ‘high risk high return’, jadi bagi kamu yang mau aman-aman saja bisa mulai berinvestasi di jenis reksadana pendapatan tetap dan pasar uang namun juga return kamu akan terbatas.

Lalu bagaimana performa reksadana selama tahun 2018?                          

Dari tabel di atas terlihat performa reksadana tidak dapat dipisahkan dari kerugian. Hanya pasar uang saja yang mampu memberikan return positif namun angka-nya pun tidak seberapa, tertinggi +6.23% yang jika dirata-rata sebulan sekitar +0.51%. Sementara untuk jenis reksadana pendapatan tetap, saham dan campuran memiliki risiko yang cukup tinggi, karena risiko kerugian bisa mencapai 17%-23%. Jika kita ambil rata-rata baik pendapatan tetap, saham dan campuran masing-masing hanya memberikan return median di angka -6%, +6.13%, +4.26% setahun kemarin.

KESIMPULAN

Dari 5 jenis investasi utama yang sudah kita ulas di atas, tentu kamu sudah memiliki jawabannya. Nah, di peringkat pertama secara return P2P Lending menjadi yang terbaik dengan tingkat return +12.5%/tahun, lalu diikuti oleh deposito berjangka yang berhasil memberikan kenaikan sekitar +7%/tahun, disusul masing-masing oleh reksadana +6.13%/tahun, saham -2%, dan emas -3.73%.

Tentu dalam melakukan investasi kita harus menghitung pula biaya pajak dan nilai inflasi tahunan, kesemuanya itu adalah biaya yang harus kamu masukkan dalam perhitungan return yang kamu dapatkan selama setahun dari investasi kamu. Kebayang kan kalau nilai investasi kamu saja sudah minus masa mau makin minus ditambah pajak, biaya-biaya lain dan inflasi?

Sampai sini mudah-mudahan kamu sudah mulai terbayang mau investasi apa di tahun ini. Sekarang pilihan ada di tangan kamu, semakin cepat kamu memilih investasi, maka semakin cepat juga kamu akan merasakan kebebasan finansial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *