5 Taktik Jitu Membangun Kekayaan Bagi Milenial

Tangan Memasukkan Koin Ke Dalam Botol

Berdasarkan data dari Price Waterhouse Coopers (PwC), baru sekitar 8% dari kaum milenial yang sudah fasih literasi keuangan dan 24% yang paham akan dasar-dasar keuangan. Banyak pula dari mereka yang belum paham bagaimana menata dana pensiun untuk hari tuanya. Sementara, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia usia 20 tahun hingga 40 tahun di tahun 2020 diduga berjumlah 83 juta jiwa atau 34% dari total penduduk Indonesia yang mencapai 271 juta jiwa. Proporsi tersebut lebih besar dari proporsi generasi X yang sebesar 53 juta jiwa (20%) maupun generasi baby boomer yang hanya tinggal 35 juta jiwa (13%) saja (Alvara Research, 2016).

Untuk membangun kekayaan, pemahaman literasi keuangan bagi seorang milenial menjadi sangat penting, karena mustahil tanpa pemahaman yang cukup seorang milenial akan mampu menjadi kaya melalui kebebasan finansial.

Namun sebelumnya apa yang dimaksud dengan kebebasan finansial? Kebebasan finansial dapat diartikan jika seseorang merasa nyaman dan tenang karena terbebas dari lilitan hutang dan pilihan untuk tidak bekerja lagi demi uang, karena uang yang bekerja untuk kita (passive income).

Dalam mencapai kebebasan finansial pertama-tama kita harus melakukan perencanaan keuangan yang tepat, tepat di sini ialah ketika kamu berhasil menyeimbangkan antara pemasukan dan pengeluaran di tiap bulannya dan ada yang disisihkan untuk ditabung. Namun ternyata itu saja tidak cukup, kebebasan finansial sejatinya bukan dilakukan hanya untuk saat ini, melainkan sangat dianjurkan untuk jangka menengah dan panjang. Mengingat setiap tahun selalu ada inflasi dan kebutuhan hidup yang terus bertambah, tentu ada resiko nilai uang kita tergerus, maka di sinilah arti penting kata investasi.

Bergerak dengan pemikiran dan pemahaman yang sedikit jaman now untuk menjadi seorang milenial yang smart adalah sebuah tuntutan. Maka mari kita simak beberapa tips singkat untuk menjadi kaya bagi para milenial dalam edisi literasi keuangan kali ini.

Pertama-tama milenial harus mampu untuk:

Membedakan Mana Aset dan Kewajiban

Menurut Wikipedia, aset itu seperti sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat di kemudian hari, dengan kata lain investasi yang bisa menghasilkan dan kamu gunakan untuk membeli barang sekarang atau di masa depan. Pada umumnya kita mengenal aset seperti tabungan di bank, saham, obligasi, emas dan tanah. Jadi kalau kalian memiliki mobil, baju, dan sepatu, itu juga termasuk aset, tapi sayangnya bukan termasuk aset yang produktif namun konsumtif.

Sementara, kewajiban itu misalnya hutang yang harus dilunasi sesuai jangka waktu pinjaman. Kalau milenial sering menggunakan kartu kredit, itu contoh sederhana dari penggunaan hutang. Nah, jika kalian juga memiliki pinjaman dari teman dan keluarga itu juga termasuk hutang ya, (kecuali mereka telah mengikhlaskan hutang kalian).

Perbedaan karakteristik antara aset dan kewajiban ini menjadi sangat penting, karena jika nilai aset kalian lebih kecil dari kewajiban maka sama saja kalian bangkrut, artinya modal kalian itu minus. Perencanaan nilai aset saat ini akan sangat berperan untuk melihat hasil investasi kalian berkembang di masa depan, karena ada nilai ekonomi yang bergerak. Nilai ekonomi ini bisa berjalan maksimal jika kalian mampu menggunakan aset yang kalian miliki sekarang dengan cara yang benar. Untuk itulah investasi menjadi sangat penting.

Analisa Cara Kamu Menabung Selama Ini

Kali ini saya memberikan sebuah tabel sederhana yang memperlihatkan contoh arus aset dan kewajiban milenial, kalau selama ini kamu sudah selalu gali lubang tutup lubang setiap bulannya, maka bisa saja ada yang salah dalam perencanaan kamu sejauh ini.

Tabel Simulasi Angka Tabungan
Sumber: Personal Finance For Dummies

Evaluasi sangat penting kalau milenial ingin meraih kebebasan finansial, karena kalau ternyata kamu telah salah dalam membuat perencanaan di awal itu memang sangat wajar, tapi merubah kesalahan menjadi keberhasilan di tahun-tahun berikutnya itu baru luar biasa. Nah, dengan menggunakan tabel di atas kamu jadi bisa mengerti sejauh mana nilai investasi kamu sudah bekerja, apa sudah berjalan maksimal atau belum? Kalau belum berarti ada yang salah, karena jika nilai pinjaman kamu angkanya naik terus sementara aset kamu justru tergerus, berarti harus ada yang kamu ubah dalam alokasi investasi di aset kamu itu.

Tahan Nafsu Konsumtifmu dan Fokus Pada Tujuan

Banyak orang terjebak dalam tanggung jawab kehidupan sehari-hari, sehingga mereka jadi tidak punya waktu untuk mengevaluasi atau merefleksikan kesalahan mereka, dan gagal untuk fokus pada tujuan finansial mereka. Mulai sekarang kamu harus fokus pada apa yang kamu akan lakukan dalam 2, 5, 10 atau 20 tahun ke depan. Buang jauh-jauh kebutuhan tersier yang secara langsung menggerus kekayaanmu setiap bulannya. Lunasi hutang konsumtif yang nilainya melebihi imbal hasil dari alokasi aset kamu atau bahkan dari penghasilanmu setiap bulannya.

No Risk – High Return Investment

Ini hal yang sederhana, namun juga sangat powerful, dan terkadang kamu sering melupakannya.

Investasi pada kesehatanmu, bagaimana mungkin kamu mau sukses dalam berkarier kalau kamu melupakan kesehatanmu? Makan makanan yang sehat, belajar dan rileks saja dalam menghadapi hidup ini. Investasi pada teman dan keluarga, luangkan waktumu pada keluarga dan kerabat, jalin hubungan yang berkualitas yang dapat meningkatkan kualitas dari hubunganmu tersebut. Investasi pada karir pribadi, kamu bisa mulai pilih hobi yang kamu sukai, tingkatkan kemampuan komunikasimu, ikuti seminar, bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan hobi dan karir yang sedang kamu jalani, dan perkuat keilmuanmu. Investasimu harus mengarah pada kebahagian yang bisa kamu rasakan sendiri dan secara tidak langsung akan membawa ‘value’ pada dirimu di tingkat yang tidak kamu bayangkan sebelumnya.

Mulai Berinvestasi

Konsep investasi didasarkan pada seberapa hebat kamu mampu mendiversifikasikan aset-aset pada pilihan instrumen investasi yang tersedia. Semakin kamu memahami produk-produk investasi dengan tingkat risiko yang beragam, kemudian dipadupadankan dengan jangka waktu investasi yang tepat, maka semakin dekat kamu dengan kebebasan finansial yang kamu impikan.

Diversifikasi sendiri memiliki beberapa manfaat seperti:

  1. Mengurangi volatilitas dari nilai portofolio, dengan kata lain nilai portfolio kamu akan mencapai tingkat pengembalian yang sama dengan yang dapat diberikan oleh satu investasi dengan fluktuasi nilai yang kurang, dan
  2. Memungkinkan kamu untuk mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat risikonya.
Tabel Jenis Investasi
Sumber: Dari Berbagai Sumber Terpercaya

Jadi dengan mempelajari apa itu aset produktif, kamu akan mampu merencanakan strategi investasi yang akan digunakan untuk membiayai kebutuhan tersier dan sekunder kamu setiap bulannya, hal ini akan sangat bermanfaat agar kamu memiliki tabungan dan dana darurat yang dapat digunakan sewaktu-waktu ketika kamu butuhkan dan terlebih proses perencanaan ini akan membuat kamu bertambah kaya sejak mulai awal bekerja dan ketika kamu pensiun nanti, karena kamu telah berhasil mereduksi biaya melalui investasi yang tepat dari alokasi aset dan manajemen penghasilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *